Tattoo Art Never Die Communities Mulai Unjuk Gigi

Fotor_14351514065742 Fotor_143298217297053 (640x640) Fotor_143474754718933 Fotor_143515151592396 Fotor_143515159935057 Fotor_143515169198877

BRITISIA – Kita ulas sejenak mengenai tattoo. Tattoo berasal dari bahasa Tahiti “tatu” yang berarti menandakan sesuatu. dan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia tato berarti gambar atau lukisan pada bagian (anggota) tubuh. Sejarahnya, keberadaan tattoo pertama kali menurut sejarah sudah ada sejak 3000 tahun SM dan ditemukan pertama kali ada pada mumi yang terdapat di Mesir. Konon hal ini dianggap tato ini menyebarer ke suku-suku didunia termasuk salah satunya suku Indian di Amerika Serikat dan Polinesia di Asia, kemudian berkembang ke seluruh suku-suku di dunia, salah satunya adalah suku Dayak di Kalimantan. Tattoo ini dibuat sebau suatu tanda keberanian, keberuntungan, status sosial, kecantikan, kedewasaan dan harga diri.

Keberadaan tattoo sekarang ini ternyata masih saja dianggap tabu, khususnya di Indonesia. Dan ketika mendengar tentang tattoo, hal yang begitu mudah terbesit dibanyak kalangan masyarakat Indonesia adalah sosok yang brutal, urakan, arogan, tidak jelas masa depannya, dll. Hal ini membuat banyak para tattoo artis dan pecinta tattoo berlomba untuk membuat suatu komunitas Tattoo dengan tujuan untuk melumpuhkan tanggapan miring tentang tatto tersebut. Kita sebut saja namanya Fey, seorang tattoo artist yang cukup cerdik melihat kecenderungan masyarakat sekarang yang gemar menggunkaan social media. Dan Fey ini memilih social media yang menggunakan gambar lebah sebagai media yang digunakan untuk membuat sebuah komunitas. Singkat cerita dibuatlah sebuah Group Komunitas dengan nama TAND [Tattoo Art Never Die] yang dibuat pada tanggal 18 Desember 2014. Dan Komunitas ini sekarang sudah berkembang cukup pesat dan mempunyai anggota yang berdomisili dari Jakarta, Bandung, Surabaya.

Sesuai tujuan awal, si owner yang cerdik ini ingin mematahkan tanggapan miring tentang tattoo maka diajaklah pada anggota komunitas untuk mengadakan kegiatan Bakti Sosial. Singkatnya kegitatan Baksos ini pun dijalankan mulai dari mengumpulkan pakaian layak pakai dan juga penggalangan dana secara langsung turun ke jalan. Penggalangan dana yang dilakukan di kegiatan Car Free Day si sekitaran bundaran HI. Penggalangan dana yang dilakukan sambil membawa misi, bahwa orang-orang bertattoo itu tidak selamanya brutal, akan tetapi punya jiwa kasih dan peduli kepada sesama. Dan secara tidak terduga ternyata respon dari masyarakat sangatlah positif, mereka ikut berpartisipasi untuk membeli sarapan/cemilan pagi, membuat tattoo temporer dan juga membeli pakaian layak pakai. Dan keuntungan dari kegiatan tersebut seluruhnya akan dialokasikan untuk kegiatan Bakti Sosial. Hal ini membuat komunitas yang bernama TAND Family [Tatto Art Never Die] semakin bersemangat untuk melakukan kegiatan sosial dengan tujuan untuk mematahkan tanggapan miring tentang Tattoo. bravo TAND Family !! #JayzBlack# (Apin)

One comment

  1. Bravo TAND !!!
    Keep solid..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*