Menurut Feby, faktor tempat tinggal menjadi salah satu alasan dirinya kini lebih selektif dalam memilih pekerjaan. Ia tidak hanya melihat kualitas cerita, tetapi juga harus memperhitungkan jadwal produksi dan berbagai kebutuhan selama proses syuting.
“Jadi pasti seleksinya akan lebih banyak lagi, karena pasti untuk saya akan lebih berat untuk menerima film, kalau seandainya memang banyak hal yang tidak bisa memenuhi standar saya sih secara pribadi. Bukan cuma sekadar cerita, tapi juga schedule dan sebagainya,” jelasnya.
Meski memiliki sejumlah pertimbangan, Feby akhirnya tertarik menerima tawaran bermain dalam Kuasa Gelap: Perjanjian Darah. Salah satu alasan utamanya adalah cerita yang ditawarkan dinilai dekat dengan hati dan keyakinannya.
Film tersebut juga memiliki daya tarik tersendiri karena mengangkat tema horor Katolik dengan kisah pengusiran setan atau eksorsisme. Bagi Feby, tema tersebut cukup unik dan tidak banyak diangkat oleh rumah produksi di Indonesia.
Feby melihat keberanian film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah dalam mengeksplorasi tema tersebut menjadi salah satu alasan yang membuatnya yakin untuk kembali ke layar lebar.
