“Kita sempat kesulitan mencari cast. Karena syuting di sana, jadi cari artis yang tinggal di Australia. Dari beberapa pilihan, Acha yang paling cocok,” tambahnya.
Indra Gunawan sebagai sutradara, menegaskan kalau film ini nggak cuma soal sisi religius, tapi juga tentang kemanusiaan, penerimaan, dan cinta keluarga.
“Dari awal aku bilang jangan terlalu kental dengan keagamaannya. Kita ambil bagaimana pemeran utamanya mendapatkan hidayah, tapi juga gimana dia bisa tetap diterima oleh keluarganya,” jelas Indra.
Buat Acha sendiri, film ini jadi salah satu proyek paling emosional sepanjang kariernya. Ia ngerasa banget koneksi sama karakter Anggie, terutama karena pengalamannya tinggal di luar negeri juga bikin ia bisa relate.
“Ketika kita ada di negara luar dan kurangnya tempat ibadah, saya jadi lebih related dengan karakter ini. Kerinduan saya mendengar adzan saya tuangkan dalam karakter Anggie,” tutur Acha.
Acha juga cerita kalau adegan paling bikin nangis adalah saat ia harus mengucapkan kalimat syahadat di depan kamera.
