Foto: Peringatan keamanan pangan Asia meningkat akibat skandal minyak salad kedelai Taiwan mengandung benzo pyrene. (Ilustrasi)
Hasil pengujian sampel secara laboratorium mengungkapkan tingkat keparahan kontaminasi zat benzo[a]pyrene (BaP) yang melebihi ambang batas resmi secara signifikan. Tingginya angka kontaminasi senyawa hidrokarbon ini membahayakan standar higienitas bahan baku pangan masyarakat.
Pada tanggal 30 Juni 2026, produsen hulu minyak goreng Zhonglian Oils & Fats (perusahaan patungan antara Taisun Enterprise, Fwusow Industry, dan Formosa Oilseed Processing) melaporkan kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan Taiwan (TFDA) bahwa bahan baku minyak salad kedelai produksinya (Nomor Batch: 315-1150404, total sekitar 1.300 ton) dalam hasil uji internal ditemukan mengandung benzo[a]pyrene (BaP), salah satu senyawa hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH) yang bersifat karsinogenik, dengan konsentrasi mencapai 8,1 μg/kg. Angka tersebut jauh melampaui batas maksimum 2,0 μg/kg yang ditetapkan dalam Standar Higiene Zat Pencemar dan Toksin dalam Pangan Taiwan.
Lambatnya koordinasi rantai pasok selama puluhan hari membuat dampaknya bergulir bak bola salju. Berbagai fasilitas publik dan industri pengolahan makanan skala besar ikut terkena dampak dari peredaran bahan baku bermasalah tersebut.
