Foto: Peringatan keamanan pangan Asia meningkat akibat skandal minyak salad kedelai Taiwan mengandung benzo pyrene. (Ilustrasi)
Tekanan publik yang kian meluas memaksa pemegang kekuasaan eksekutif merumuskan serangkaian kebijakan ketat untuk menghentikan operasional seluruh fasilitas produksi yang terlibat serta meminimalisir risiko yang timbul.
Presiden Taiwan Lai Ching-te kemudian menyampaikan tanggapan resmi terhadap insiden ini dengan menetapkan empat prinsip penanganan, yaitu: 1. Menghentikan seluruh produksi serta melakukan investigasi menyeluruh; 2. Menarik seluruh produk utama dari peredaran; 3. Menarik secara preventif produk-produk turunan serta membuka informasi kepada publik; 4. Menjatuhkan sanksi secara tegas kepada pihak yang bertanggung jawab, tanpa toleransi.
Proses peradilan pidana kini berjalan selaras dengan pengusutan kasus keterlambatan pelaporan ini. Hukuman finansial dan pidana maksimal disiapkan sebagai pembelajaran bagi pelaku industri pangan secara keseluruhan.
Jaksa menyatakan bahwa pihak-pihak yang bertanggung jawab di Zhonglian Oils & Fats diduga melanggar Undang-Undang Pengelolaan Keamanan dan Sanitasi Pangan, dan dipandang telah dengan jelas terlambat melaporkan kandungan benzo[a]pyrene yang melebihi ambang batas pada minyak goreng. Pelanggaran tersebut dijatuhi sanksi berat sesuai ketentuan hukum dan menjadi hukuman terbesar dalam sejarah penegakan hukum keamanan pangan di Taiwan.
