Foto: Sarwendah rayakan Imlek di rumah
Selain absennya warna merah, kemeriahan suara tabuhan gendang barongsai pun tidak terdengar di kediamannya. Sarwendah harus memberikan pengertian ekstra kepada anak-anaknya yang selama ini terbiasa dengan kehadiran barongsai setiap tahun. Ia berusaha menjelaskan situasi keluarga agar buah hatinya tidak merasa kecewa di hari besar tersebut.
”Kan setiap tahun ada barongsai ya. Ya aku cuma bilang ke anak-anak kalau barongsainya gabisa, biar mereka juga tidak mengharapkan,” ungkapnya.
Kehadiran kekasihnya, Giorgio Antonio, dan anggota keluarga lainnya memang memberikan kekuatan, namun sosok Hendri Klow tetap tak tergantikan. Sarwendah tak menampik bahwa ada lubang besar di hatinya saat menyadari figur yang selalu menghidupkan suasana itu kini telah tiada. Baginya, Imlek kali ini adalah momen refleksi dan penghormatan terakhir untuk mendiang ayah.
”Pasti ada kesedihan ya, karena berbeda banget. Yeye itu selalu memberikan tawa dalam setiap imlek. Ya sampai sekarang aku setiap lihat foto Yeye masih suka nangis,” ujar Sarwendah.
