Ia mengungkapkan bahwa sekitar 80 persen adegan yang dijalani sebagai Dinar dipenuhi emosi dan kesedihan, menjadikannya salah satu karakter paling menantang sepanjang kariernya.
Meski begitu, tantangan terbesar justru datang saat membangun karakter bersama Farhan Rasyid.
“Kami sudah bersahabat sejak lama. Jadi tantangannya bukan membangun chemistry, tapi justru menahan ketawa saat syuting,” ujar Davina sambil tertawa.
Di balik layar, keduanya rutin berdiskusi mengenai perkembangan karakter agar hubungan Dinar dan Faiz terasa alami di depan kamera.
Sementara itu, Farhan mengaku langsung jatuh hati pada karakter Faiz meski harus melakukan perubahan fisik demi kebutuhan cerita.
“Awalnya sempat ragu karena harus mengubah penampilan. Tapi setelah baca skripnya, saya langsung yakin. Ceritanya sebagus itu,” ungkap Farhan.
Menurutnya, Faiz adalah sosok pria yang mencintai tanpa syarat.
“Dia bukan cuma mencintai Dinar, tapi juga keluarganya. Buat saya, itu bentuk cinta yang paling tulus,” katanya.
Tak kalah mencuri perhatian, karakter Pak Firman yang diperankan Bismo Satrio sukses memancing perdebatan di kalangan penonton. Banyak yang menganggapnya sebagai tokoh paling menyebalkan, namun ada pula yang menilai karakternya masih bisa dipahami jika dilihat dari sudut pandang yang berbeda.
