Program mudik gratis ini bukan hal baru. Stephen menyebut tradisi tersebut telah berjalan lebih dari 10 tahun sebagai bentuk perhatian perusahaan terhadap karyawan. Bahkan, tahun ini menjadi penyelenggaraan terbesar sepanjang sejarah perusahaan.
“Tahun ini jumlahnya paling besar dibanding tahun sebelumnya. Kami menyediakan 10 bus, juga travel dan tiket sesuai pilihan transportasi karyawan,” jelasnya.
Menariknya, perusahaan juga memberikan fleksibilitas bagi karyawan yang sudah memiliki kendaraan pribadi.
“Ada beberapa karyawan yang sudah memiliki mobil. Kami bantu dengan uang bensin agar mereka bisa mudik dengan nyaman,” tambah Stephen.
Menurutnya, kebahagiaan terbesar sebagai pengusaha bukan hanya soal keuntungan bisnis, melainkan juga kemampuan untuk berbagi dengan karyawan, terutama di masa sulit seperti sekarang.
“Di tengah resesi ekonomi dan banyak perusahaan yang tumbang, kami bersyukur masih bisa membahagiakan karyawan. Kebahagiaan itu tidak selalu soal besaran THR, tetapi perhatian perusahaan juga sangat berarti,” ungkapnya.




