Kecemasan tersebut akhirnya ia sampaikan kepada Runny Rudiyanti yang bertugas sebagai Intimacy Coordinator (IC) dalam produksi Pemikat Jiwa. Kehadiran IC menjadi salah satu faktor penting yang membuat Fajar dan Givina merasa aman selama proses pengambilan adegan intim berlangsung.
Runny membantu menyusun batasan yang jelas, memberikan arahan teknis, sekaligus memastikan kenyamanan kedua aktor tetap terjaga selama syuting.
“Itu tuh ketakutan aku yang aku curhatin ke IC, ke Runny tentunya. Jadi kayak Runny berhasil menengahkan antara aku dan Givina,” ungkap Fajar.
Berkat pendampingan tersebut, adegan yang menjadi bagian penting dalam cerita akhirnya dapat diselesaikan dengan lancar.
Meski proses syuting berjalan sukses, rasa canggung ternyata masih menghampiri Fajar setelah sutradara meneriakkan kata “cut”. Ia mengaku langsung merasa tidak enak kepada Givina karena khawatir aroma tubuh atau keringatnya membuat sang lawan main merasa tidak nyaman.
Saking paniknya, Fajar spontan berteriak meminta kru mengambil tisu basah khusus untuk Givina.
