BRITISIA – Film horor terbaru bertajuk ‘Aku Harus Mati’ siap menghantui bioskop Indonesia mulai 2 April 2026. Diproduksi oleh rumah produksi Rollink Action, film ini tak sekadar menawarkan teror supranatural, tetapi juga mengangkat realitas sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat urban, mulai dari jeratan pinjaman online (pinjol), paylater, hingga obsesi akan validasi di media sosial.
Diproduseri oleh Irsan Yapto dan Nadya Yapto sebagai eksekutif produser, serta disutradarai Hestu Saputra, film ini menghadirkan horor dengan lapisan pesan moral yang kuat. Irsan Yapto menyebut bahwa cerita dalam film ini merefleksikan fenomena yang semakin marak di era modern.
“Aku Harus Mati adalah film horor yang ceritanya paling dekat dengan kehidupan manusia modern jaman sekarang, fenomena jual jiwa demi harta. Banyak masyarakat modern sekarang rela mengorbankan diri dan jiwa demi validasi dan harta sampai terlilit hutang pinjol, paylater, dan lain-lain,” ujar Irsan dalam jumpa pers di Epicentrum Kuningan Jakarta Selatan, Kamis (27/3/2026).
Film ini juga mengajak penonton untuk mempertanyakan standar kesuksesan yang kerap ditampilkan di media sosial. Di tengah budaya flexing yang semakin masif, tekanan untuk terlihat sukses sering kali mendorong seseorang mengambil jalan instan yang berisiko.

