Foto: Deolipa Yumara Pakar Hukum
“Yang pertama adalah Syahroni karena pernyataannya yang menyatakan masyarakat ‘tolol’. Yang kedua adalah Eko Patrio, yang menari-nari kemudian seolah-olah menantang rakyat,” jelasnya.
Tak berhenti di situ, ia juga menyebut Uya Kuya yang dianggap berperilaku tidak simpatik ketika merespons isu publik. Baginya, tindakan itu mencerminkan sikap arogan sekaligus menjauhkan para wakil rakyat dari amanah yang seharusnya mereka jalankan.
“Kemudian yang ketiga adalah Uya Kuya, yang juga menyatakan kan ‘artis’ begitu ya,” sambung Deolipa saat ditemui di kediamannya, kawasan Depok, Jawa Barat, Jumat (29/8/2025) malam.
Menurut Deolipa, sikap para anggota dewan tersebut telah melucuti legitimasi mereka di hadapan rakyat. Ia menilai, publik kini kehilangan rasa percaya terhadap wakilnya sendiri karena perilaku yang dinilai tak mencerminkan empati.
Dalam pandangannya, mereka yang disebut sebaiknya mengambil langkah tegas dengan mengundurkan diri dari jabatan sebagai bentuk tanggung jawab moral. Hal ini dianggap penting untuk meredam eskalasi kemarahan masyarakat yang semakin membara.
