Warga juga mendesak adanya percepatan serta pendampingan dalam proses pendaftaran Program Indonesia Pintar (PIP) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP). Hal ini bertujuan agar akses bantuan pendidikan bagi keluarga kurang mampu menjadi lebih mudah dan transparan. Pendampingan ini dinilai penting karena banyak warga yang masih kebingungan dengan prosedur birokrasi yang ada.
Isu keadilan dalam pemberian beasiswa juga menjadi sorotan tajam dalam sesi tanya jawab. Masyarakat Cijerah meminta pemerintah memberikan kesetaraan alokasi beasiswa antara madrasah dan sekolah negeri. Tak hanya itu, minimnya ketersediaan sekolah tingkat menengah atas di wilayah tersebut memicu usulan kuat warga untuk segera membangun gedung SMA Negeri baru di Cijerah.

Di sisi ekonomi dan lingkungan, warga mengusulkan adanya pelatihan serta coaching clinic terkait daur ulang sampah berbasis ekonomi sirkuler. Program ini diharapkan mampu menjadi solusi ganda: mengatasi permasalahan sampah yang kronis di Kota Bandung sekaligus menjadi sumber penghasilan tambahan bagi keluarga melalui pengelolaan limbah yang kreatif dan sistematis.

