Bahkan, momen kreatif itu berubah menjadi sesi yang sangat emosional.
“Aku ngobrol sama Om Arden tentang perasaan aku ke Papi. Kita sampai nangis berdua. Terus lagunya dibikinin deh sama Om Arden, dan aku suka banget sama lagunya. Terima kasih ya Om,” ungkap Malika.
Sentuhan musik yang hangat dipadukan dengan karakter vokal Malika yang lembut membuat “Nanti Aku Cerita” terasa begitu personal. Lagu ini bukan hanya cocok didengarkan saat sedang sendiri, tetapi juga bisa menjadi pengingat untuk lebih menghargai orang tua selagi masih ada kesempatan.
Di tengah tren lagu cinta yang mendominasi playlist anak muda, Malika justru hadir membawa cerita yang berbeda. Ia mengajak pendengar untuk mengingat kembali sosok ayah yang mungkin jarang mendapatkan ucapan terima kasih secara langsung.
Sebagai langkah awal di dunia musik, “Nanti Aku Cerita” menunjukkan bahwa Malika Sesario tidak sekadar ingin dikenal sebagai penyanyi baru. Ia ingin menghadirkan karya yang punya makna dan mampu menyentuh hati banyak orang.
