
Qodir dan Arya Novanda membuka lagu ini dengan lirik “Kau lantunkan kalimat bijaksana, namun kau tak setia pada ucapan mu. Lelah aku berpura-pura naif, hadapi kau yang manipulatif” lirik menggambarkan dengan jelas tentang situasi atau fenomena kekecewaan yang banyak terjadi di kehidupan sekarang ini. “Logila, seenaknya” sebuah teriakan di bagian chorus adalah sebagai bentuk ekspresi paling mentah dari kekesalan langsung, jujur, tanpa basa-basi. Laksana suara hati rakyat kecil yang sudah nggak bisa lagi dipoles dengan bahasa halus. Secara keseluruhan, lagu ini bisa dimaknai sebagai anthem perlawanan terhadap kebohongan dan kezaliman, juga sebagai energi penyemangat untuk tetap berdiri, nggak tunduk, dan percaya kalau suara kita punya kekuatan.
Dengan single ini Qodir, selain menggandeng seorang gitaris yang bernama Arya Novanda, Viki Vrananta (Kelompok Penerbang Roket ) ikut turut memproduseri lagu tersebut yang membuat suara lagu ini menjadi lebih hingar bingar entah dan jujur. Lagu ini diciptakan oleh Dul Jaelani, Arya Novanda, dan Febriansyah Nurrachaman. (Lirik : Dul Jaelani) “Saya Arya Novanda sangat bersyukur bisa diberi kesempatan untuk menciptakan lagu ini bersama Dul Jaelani dengan Qodir band.” – Arya Novanda
“Semoga lagu ini bisa bermanfaat, membangun semangat, dan berdampak positif bagi para pendengarnya, kami ucapkan terima kasih dan support serta atensinya untuk semua teman-teman maupun keluarga serta Allah SWT” ucap terima kasih dari Qodir dan Arya Novanda

