“Kalau puasa saat musim dingin itu enak, durasinya tidak terlalu panjang, hanya cuacanya saja yang sangat dingin. Jadi rasanya seperti berpuasa di Indonesia, tapi dengan suhu yang ekstrem,” imbuhnya penuh syukur.
Tantangan Puasa 18 Jam Saat Musim Panas
Pengalaman berbeda ia rasakan saat musim panas (summer). Rayhan menceritakan betapa beratnya tantangan fisik ketika waktu siang hari menjadi jauh lebih lama di belahan bumi utara.
“Kalau musim panas, durasi puasanya benar-benar panjang. Bayangkan saja, kita sahur jam 4 pagi lalu baru berbuka saat Maghrib jam 10 atau setengah 11 malam. Itu artinya lebih dari 18 jam berpuasa,” kenang Rayhan.
Perjuangan Salat Id: Perjalanan Jauh hingga Kendala Parkir
Tantangan tidak berhenti pada durasi puasa. Saat tiba hari kemenangan, Rayhan dan keluarganya harus melakukan upaya ekstra hanya untuk melaksanakan salat Idul Fitri. Karena keterbatasan masjid di wilayah tempat tinggalnya, ia harus menempuh perjalanan menuju Amsterdam.
“Kami harus naik mobil cukup jauh, kurang lebih 1,5 jam demi bisa ikut salat Id. Belum lagi urusan parkir di Belanda yang sangat susah dan harganya luar biasa mahal,” keluhnya.




