Foto: Kolaborasi Grind Boys dan Prama Tirta untuk Clothing Lokal (Gun)
“Intinya silaturahmi, apalagi mau masuk bulan puasa. Kita bertiga memang concern sama clothing lokal dan UMKM agar hubungan ini makin erat,” timpal Wancoy.
Kolaborasi lintas komunitas dinilai sebagai langkah konkret menjawab tantangan industri tekstil nasional di tengah gempuran produk impor.
Dukungan terhadap UMKM dan clothing lokal menjadi isu utama yang mengemuka. Prama menegaskan bahwa peran komunitas seperti Grindgank sangat strategis dalam membangun kesadaran pasar.
“Nanti kita bikinin khusus untuk penggemar Grindgank dan Grindboys-nya sendiri. Dengan bahan lokal, yang jahit lokal, printing-nya juga lokal,” tegasnya.
Melalui basis penggemar yang loyal, gerakan kolektif dinilai mampu menggerakkan ekonomi kreatif sekaligus membuka peluang kerja baru, khususnya di sektor sandang yang padat karya.
“Sudah saatnya clothing lokal bangkit pasca penutupan produk impor ilegal. Kita apresiasi Pak Purbaya dan Pak Presiden yang sudah menutup, serta TNI-Polri yang melakukan penggerebekan besar-besaran di Bali,” kaya Prama.
