”Untuk sekarang aku tuh rasanya masih kayak percaya enggak percaya kalau misalnya Vidi itu udah enggak ada gitu ya, tapi aku yakin kapan pun itu Vidi selalu ada di sini sih,” Anya Geraldine menambahkan.
Intensitas pertemuan yang tinggi di antara mereka membuat hilangnya figur Vidi meninggalkan ruang kosong yang besar bagi Anya. Selama ini, Vidi menjadi pelabuhan bagi Anya untuk menumpahkan segala keluh kesah. Dalam setiap kesulitan, almarhum selalu hadir dengan kata-kata penyemangat yang tidak pernah putus.
”Nah iya makanya, kayak kenapa aku enggak percaya karena emang aku seintens itu, sesering itu ketemu sama Vidi. Kita menghabiskan banyak waktu bareng, kayak apa pun masalah yang ada di dalam hidup aku, aku pasti selalu ceritain ke Vidi dan dia selalu ngajarin aku untuk kuat, kuat, kuat, kuat,” ungkapnya.
Anya memaparkan bahwa tidak ada batasan dalam topik pembicaraan mereka, mulai dari urusan profesional hingga masalah pribadi yang sangat sensitif. Vidi dikenal sebagai pendengar yang sangat baik dan mampu memberikan solusi menenangkan di tengah gejolak emosi yang sering dialami Anya.

