Foto: Peringatan keamanan pangan Asia meningkat akibat skandal minyak salad kedelai Taiwan mengandung benzo pyrene. (Ilustrasi)
BRITISIA.COM – Ancaman serius terhadap keamanan pangan tengah melanda wilayah Asia Tenggara dan sekitarnya. Skandal minyak goreng yang mengandung senyawa memicu kanker (karsinogenik) dari pabrikan besar Taiwan kini menjadi sorotan utama lembaga pengawas obat dan makanan di berbagai negara tetangga, yang kini memperketat jalur impor barang olahan pangan.
Pusat permasalahan ini berakar pada temuan kontaminasi zat kimia berbahaya pada minyak salad kedelai olahan fasilitas manufaktur Zhonglian Oils & Fats yang terletak di area Pelabuhan Taichung. Insiden ini dengan cepat berkembang menjadi krisis kepercayaan terhadap pengawasan industri manufaktur pangan.
Penyebab utama meluasnya dampak krisis ini adalah kelalaian serta keterlambatan dalam penyampaian laporan resmi kepada pihak berwenang. Transparansi internal yang buruk di tingkat produsen hingga distributor membuat produk tercemar sempat beredar bebas tanpa intervensi.
Perusahaan hilirnya, Namchow Oils & Fats, tidak segera melaporkan temuan tersebut kepada otoritas terkait sehingga produk minyak yang mengandung zat karsinogenik tersebut beredar di pasar dan berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat. Hingga saat ini telah dipastikan bahwa produk olahan yang menggunakan minyak salad Zhonglian yang mengandung zat karsinogenik telah diekspor dari Taiwan ke empat negara, yaitu Jepang, Amerika Serikat, Kanada, dan Selandia Baru. Sementara itu, negara-negara Asia, termasuk Indonesia di kawasan Asia Tenggara, sedang secara aktif mengambil langkah-langkah untuk mengantisipasi dan mencegah masuknya produk minyak yang tercemar tersebut.







