Foto: Peringatan keamanan pangan Asia meningkat akibat skandal minyak salad kedelai Taiwan mengandung benzo pyrene. (Ilustrasi)
Berdasarkan laporan terbuka media Taiwan, perusahaan hilir Zhonglian, yaitu Namchow Oils & Fats, sebenarnya telah menemukan adanya kejanggalan sejak 13 Mei. Namun informasi tersebut baru diteruskan secara berjenjang dalam rantai pasok selama 48 hari, dan Zhonglian Oils & Fats baru secara resmi melaporkannya kepada otoritas pada 30 Juni.
Menghadapi simpang siur informasi mengenai lokasi penyebaran bahan makanan berbahaya ini, kelompok perlindungan konsumen dan jajaran partai oposisi melayangkan desakan keras agar pemerintah bertindak transparan demi melindungi kesehatan umum.
Ketua Partai Rakyat Taiwan, Huang Kuo-chang, menyatakan bahwa pemerintah menunjukkan penanganan yang tidak memadai terhadap masalah keamanan pangan. Sementara itu, Fraksi Partai Kuomintang di Legislatif mengadakan konferensi pers bertajuk “Membiarkan Minyak Karsinogenik Membahayakan Rakyat, Kementerian Kesehatan Melindungi Pelaku Usaha”, yang menuntut Perdana Menteri Cho Jung-tai mengundurkan diri, Presiden Lai Ching-te meminta maaf kepada masyarakat, serta meminta pertanggungjawaban politik dari instansi terkait.







