Meski Acha bukan perokok, ia merasa aksi merokok itu menjadi simbol kemarahan, kekosongan, serta usaha karakter Angie untuk bertahan hidup dalam rasa putus asa.
“Adegan ketika saya menghisap rokok di pinggir pagar itu justru jadi salah satu adegan paling memorable. Di titik itu Angie benar-benar sendiri,” ujarnya.
Menurut Acha, kekuatan film garapan sutradara Indra Gunawan, terletak pada kedalaman emosinya dan hubungan antar karakter yang terasa nyata. Ia dan para pemain lain menjaga chemistry agar tiap konflik tersampaikan dengan jujur.
“Film ini berat secara emosi. Kami observasi banyak: kesepian, hubungan toxic, kebuntuan seorang perempuan yang tidak punya tempat mengadu. Semua emosinya diarahkan dengan sangat matang oleh sutradara,” ujar ibu satu anak ini.
Film Air Mata Mualaf mengisahkan perjalanan Anggie, seorang wanita Indonesia yang tinggal di Sydney, Australia. Anggie, yang diperankan oleh Acha Septriasa, merupakan seorang mualaf yang harus menghadapi berbagai tantangan setelah memutuskan untuk memeluk Islam.
