
Arya menilai, film horor saat ini semakin berkembang dengan menawarkan cerita yang lebih dekat dengan realitas kehidupan. Penonton tidak hanya dibuat terkejut oleh kemunculan makhluk gaib, tetapi juga diajak memahami sisi psikologis, spiritual, hingga moral yang dialami para tokohnya.
“Horor yang paling dekat dengan manusia justru adalah ketika kita diuji oleh pilihan-pilihan hidup. Di situlah iblis bekerja, bukan hanya lewat ketakutan, tetapi juga melalui godaan yang perlahan menguasai hati,” katanya.
Dalam Munafik, Arya berusaha menghadirkan karakter yang tidak hanya kuat secara emosional, tetapi juga memiliki pergulatan batin yang kompleks. Ia mengaku tantangan terbesar bukan terletak pada adegan-adegan horor, melainkan bagaimana membangun emosi agar penonton dapat merasakan konflik yang dialami karakternya.
Proses pendalaman karakter menjadi bagian penting selama produksi berlangsung. Ia banyak berdiskusi dengan sutradara untuk memastikan setiap adegan memiliki makna yang kuat dan mampu menyampaikan pesan yang ingin diangkat film tersebut.





