
Menurut Hera, kolaborasi yang telah terjalin bersama SPBK PERDAMI menjadi faktor penting dalam memperluas jangkauan pelayanan kesehatan mata hingga ke daerah-daerah yang memiliki keterbatasan fasilitas medis. “Melalui Program Bakti Sosial Operasi Katarak, BCA ingin membantu masyarakat mendapatkan kembali penglihatannya sehingga dapat kembali menjalani aktivitas, bekerja, belajar, dan berkarya secara lebih optimal sehingga akhirnya meningkatkan kualitas hidup warga,” ujar Hera.
Data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan terdapat sekitar 600 ribu hingga 650 ribu kasus kebutaan akibat katarak sepanjang 2025. Angka tersebut menjadi gambaran bahwa kebutuhan terhadap layanan operasi katarak masih sangat besar, terutama di wilayah yang sulit dijangkau fasilitas kesehatan.
Melihat kondisi tersebut, BCA terus memperluas jangkauan program Bakti Sosial Operasi Katarak agar semakin banyak masyarakat yang memperoleh kesempatan mendapatkan layanan operasi secara gratis. Program ini sendiri bukanlah inisiatif baru. BCA telah menjalankan Bakti Sosial Operasi Katarak sejak tahun 2001 sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia.





