
“Ada yang bilang, ‘Aku mau… aku mau!’ Lucunya lagi, habis dapat buku mereka langsung buka dan baca. Itu benar-benar bikin aku terharu,” cerita Audellya.
Bukan cuma bagi-bagi buku, Audellya juga mengajak anak-anak belajar bahasa Inggris dengan cara yang jauh dari kata membosankan. Mereka bernyanyi bersama lagu Head, Shoulders, Knees and Toes dan If You’re Happy and You Know It sambil mengenal kosakata sederhana seperti table, chair, hingga T-shirt.
Suasana yang awalnya seperti kelas belajar berubah jadi arena bermain penuh tawa. Tanpa sadar, anak-anak mulai menghafal kata-kata baru dalam bahasa Inggris.
“Kalau belajarnya sambil nyanyi dan gerak, mereka jadi lebih semangat. Rasanya kayak main, padahal lagi belajar,” katanya.
Ini bukan pertama kalinya Audellya turun langsung berbagi. Sebelumnya, ia juga mengunjungi sekolah kolong jembatan di Jakarta Utara. Dari semua pengalaman itu, ada satu hal yang selalu bikin dirinya ingin kembali.
“Senyum mereka itu bikin nagih. Rasanya pengen terus datang, main bareng, dan berbagi buku lagi,” ungkapnya.








