Foto: Hera Mantan ART Erin Anthony Didampingi Deolipa Yumara
”Saya mintanya ya haknya saya, kayak handphone, gaji yang 28 hari gitu, sama baju saya, dompet saya kan masih ada di sana semua,” kata Hera saat ditemui di kawasan Antasari, Jakarta Selatan, Kamis (4/6/2026).
Insiden masa lalu tersebut memang sempat meninggalkan trauma psikologis yang mendalam bagi Hera hingga membuatnya merasa belum siap untuk kembali mencari nafkah di tempat lain. Namun, luka batin dan rasa kecewa itu tidak serta-merta menutup mata hatinya untuk tetap mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dalam memandang masalah ini.
”Iya, sangat. Sangat trauma saya. Takutnya dapat majikan yang main tangan lagi. Saya belum siap kerja sekarang, Mas,” tutur Hera.
Ketimbang memelihara dendam, wanita ini justru memperlihatkan kelapangan dada yang luar biasa dengan mengesampingkan kekecewaannya demi tercapainya sebuah kesepakatan damai. Ia sadar bahwa jalan kekeluargaan adalah solusi terbaik bagi kedua belah pihak, terutama agar dirinya bisa segera memulihkan komunikasi dengan sang anak yang sempat terputus.
