Foto: Hera Mantan ART Erin Anthony Didampingi Deolipa Yumara
”Sebenarnya kalau dibilang kecewa atas perilakunya Bu Erin, saya kecewa banget, Mbak. Apalagi sekarang kan saya HP juga diambil, enggak bisa komunikasi sama anak,” kata Hera.
”Ya, pokoknya tapi saya kan sebagai manusia biasa gitu loh. Beliau pun seorang ibu gitu loh. Ya, sudahlah saya melapangkan dada saya mengikhlaskan semuanya, membuka ruang buat memaafkan,” tambahnya.
Melihat adanya iktikad baik tersebut, pengacara kondang Deolipa Yumara yang kini resmi menjadi kuasa hukum Hera langsung bergerak cepat untuk menjembatani proses mediasi ini. Deolipa menilai bahwa kasus ini merupakan dinamika hubungan kerja biasa yang dipicu oleh miskomunikasi, sehingga penerapan keadilan restoratif (restorative justice) sangat ideal untuk diwujudkan.
”Iya, kalau ada, kalau kita pengacara itu kan ada dua pekerjaan. Pekerjaan pembelaan klien, itu yang paling penting. Yang kedua adalah membuka ruang,” ucap Deolipa Yumara.
Setelah mempelajari berkas perkara secara saksama, Deolipa optimis bahwa perselisihan akibat tersumbatnya komunikasi interpersonal ini masih memiliki jalan keluar yang indah dan damai. Ia berharap ruang mediasi yang dibuka ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh kedua belah pihak guna mengakhiri saling lapor di kepolisian secara bijaksana.






