
“Kita kan ngangkatnya kisah anak-anak muda yang fresh, romantis-komedi. Mereka suka karena relate,” katanya.
Berbeda dari drama konvensional yang bisa memiliki durasi panjang dalam satu episode, “Sahabat Jadi Apa?” dibuat lebih ringkas. Total cerita sekitar satu jam akan dibagi menjadi beberapa episode dengan durasi tiga sampai lima menit.
Format tersebut sengaja dibuat agar penonton tetap betah mengikuti cerita tanpa merasa terlalu lama.
“Biar nggak bosenin dan cocok buat scroll sosmed,” jelas Linda.
Menariknya, “Sahabat Jadi Apa?” bukan cuma dibuat sebagai konten hiburan. GG Management juga menjadikan proyek ini sebagai wadah praktik bagi para siswa kelas akting yang mereka bina.
Kumala Gembul dari GG Management mengatakan, salah satu tantangan bagi siswa kelas akting adalah minimnya kesempatan untuk langsung mempraktikkan kemampuan mereka setelah mengikuti pelatihan.
“Ini sebenarnya juga untuk praktik anak-anak kelas akting. Karena biasanya setelah ikut kelas akting nggak ada follow up-nya. Nah di GG Management kita bikinin drama vertikal ini,” ujar Kumala.






