
“Lagu ini berangkat dari pengalaman aku bertemu seseorang yang banyak janji dan banyak bicara, tetapi nggak pernah ada aksi nyata. Lama-lama aku merasa eneg,” ungkap Cécil.
Melalui ‘CINGCONG’, Cécil seolah menyuarakan isi hati banyak orang yang sudah lelah menghadapi janji berulang kali. Sebab, dalam kehidupan sehari-hari, tidak sedikit orang yang mudah mengucapkan sesuatu demi meyakinkan orang lain, tetapi justru menghilang ketika tiba waktunya membuktikan perkataan tersebut.
Bagi Cécil, ucapan memang bisa menjadi awal dari sebuah komitmen. Namun, tanpa tindakan, janji hanya akan menjadi rangkaian kata yang kehilangan makna. Karena itu, ia ingin mengingatkan pendengar bahwa pembuktian jauh lebih penting daripada sekadar omongan.
Menariknya, ‘CINGCONG’ juga menjadi ruang eksplorasi baru bagi Cécil dalam perjalanan bermusiknya. Kali ini, ia memilih lebih banyak menggunakan bahasa Indonesia agar pesan yang disampaikan terasa lebih dekat dengan kehidupan pendengar.
Pilihan tersebut membuat cerita dalam lagu ini lebih mudah dipahami. Pendengar bisa langsung menangkap sindiran yang ingin disampaikan tanpa harus menerka-nerka maksud di balik liriknya.







