Foto: Film The Bell: Panggilan Untuk Mati
”Ternyata di Indonesia ada penebok, ini keren banget buat saya apalagi saya jadi dokter di sini dan harus menjaga anak anak muda dari penebok,” tutur Septian Dwi Cahyo membagikan pengalamannya.
Selain faktor teknis dan akting, film The Bell juga diperkuat oleh jajaran pemain lain seperti Bhisma Mulia yang berperan sebagai Danto. Bhisma mengaku sangat emosional selama proses produksi karena karakter yang ia mainkan memiliki konflik batin yang kuat. Ia harus menjaga rahasia besar atau plot twist agar tidak bocor sebelum penonton menyaksikannya di bioskop.
Tim produksi Multi Buana Kreasindo memiliki ambisi besar untuk membawa identitas lokal ini ke kancah global. Kabarnya, film ini akan diperkenalkan di pasar film internasional di Cannes untuk menunjukkan bahwa mitos Nusantara memiliki nilai jual tinggi. Penebok diharapkan tidak hanya menjadi sumber ketakutan visual, tetapi juga membawa narasi budaya yang kuat.
Film The Bell: Panggilan untuk Mati dijadwalkan mulai meneror penonton di seluruh bioskop Indonesia pada 7 Mei 2026. Dengan kombinasi riset budaya yang mendalam dan totalitas para pemainnya, film ini diprediksi akan menjadi salah satu karya horor paling ikonik di tahun ini. Jangan lewatkan kesempatan untuk menyaksikan kisah Isabella dan dentingan lonceng mautnya.
