Foto: Istimewa
Ketegangan mencapai puncaknya pada 20 Maret 2024. Saat itu, pelaku yang sedang berada di luar tanpa sengaja memergoki sang istri sedang berjalan berduaan dengan pria lain di sebuah acara bazar Ramadan. Pertemuan tak terduga di ruang publik tersebut memicu keributan hebat yang menjadi pemantik aksi nekat pelaku di malam harinya.
”Kemudian di tanggal 20 Maret 2024, korban itu dengan pelaku sudah tidak tinggal bersama. Pelaku tinggal di kosnya sendiri, korban di kosnya sendiri. Di tanggal 20 Maret, pelaku melihat korban sedang jalan bersama pria lain di acara bazar Ramadan. Sempat didatangi, ditanya, tapi si prianya pergi, dia kemudian ributlah dengan korban,” urainya.
Malam harinya sekitar pukul 22:00, pelaku yang masih menyimpan dendam kembali mendatangi kos tempat tinggal korban. Alih-alih mendapatkan penjelasan yang menenangkan, ia justru mendapati pria yang ia lihat di bazar tadi berada di dalam kamar korban. Hal ini memicu pertengkaran hebat hingga pelaku diusir secara paksa dari lokasi tersebut.
