Foto: Istimewa
Selama dua hingga tiga tahun terakhir, ia mengaku menahan diri dari pembelian tas bermerek. Dana yang biasanya dialokasikan untuk kebutuhan tersebut dialihkan ke biaya pembangunan.
“Beberapa tahun ini saya memang tidak beli tas branded. Uangnya dialihkan ke rumah,” katanya.
Proses pembangunan tidak selalu berjalan mulus. Saat pandemi berlangsung, aktivitas panggung sebagai sumber utama penghasilannya sempat terhenti. Kondisi itu membuatnya harus mengatur ulang strategi keuangan agar proyek tetap berjalan.
Meski demikian, Dinar memastikan seluruh kewajiban pembayaran akhirnya dapat diselesaikan. Ia menyebut tahun ini menjadi momen penyelesaian seluruh proses finansial terkait rumah tersebut.
Rencananya, ia akan mulai menempati rumah barunya setelah 21 April 2026. Hunian tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi dirinya, tetapi juga untuk kedua orang tuanya yang akan diajak tinggal bersama.
Baginya, rumah tersebut menjadi simbol hasil kerja keras sekaligus bentuk tanggung jawab terhadap keluarga. Ia ingin orang tua turut merasakan manfaat dari pencapaian yang diraihnya selama ini.
