Foto: Mengulas perjalanan dua dekade hingga tur ke Inggris, The Changcuters berhasil lolos dari seluruh tuntutan dalam ajang parodi DCDC Pengadilan Musik Edisi 65.
Perwakilan dari DCDC, Agus Danny Hartono, menegaskan bahwa kehadiran The Changcuters di panggung pengadilan ini didasari oleh keteguhan mereka dalam menjaga konsistensi gaya dan identitas garage rock sejak pertama kali muncul di industri. Karakter pakaian seragam yang khas serta stamina panggung yang luar biasa dinilai menjadi alasan utama perjalanan karier mereka sangat menarik untuk dibedah secara komprehensif.
“The Changcuters adalah contoh bahwa sebuah band bisa terus berkembang tanpa harus meninggalkan jati dirinya. Itu yang membuat perjalanan mereka menarik untuk dikaji di Pengadilan Musik. Tahun ini mereka juga menorehkan pencapaian penting dengan membawa karya mereka tampil di tiga kota di Inggris, sekaligus merilis album WOW MA. Dua momentum tersebut menunjukkan bahwa perjalanan The Changcuters masih terus berjalan dan selalu punya cerita baru untuk dibagikan kepada penikmat musik,” terang Danny.
Sesi pemeriksaan fakta makin menarik ketika majelis membahas pencapaian monumental yang baru saja diukir oleh grup band yang terbentuk sejak era kampus pada 2004 ini. Khayalan yang dulu dituangkan dalam lagu legendaris “Hijrah ke London” pada album rilisan 2006, terbukti bukan sekadar pemanis kata belaka.






