Foto: Mengulas perjalanan dua dekade hingga tur ke Inggris, The Changcuters berhasil lolos dari seluruh tuntutan dalam ajang parodi DCDC Pengadilan Musik Edisi 65.
”Saya meyakini bahwa siapapun band besar yang beraliran rock, di belakangnya mereka sangat serius, kita bisa lihat dari band besar dan legendaris The Beatles. Rock and roll yang manggung dengan image ugal-ugalan itu ya cuma penampilannya saja. Di belakangnya, sebenarnya ada banyak kerja keras dan kreativitas. Itu juga yang jadi salah satu benteng atau pondasi kami selama ini,” tegas Tria.
Inspirasi Di Balik Album WOW MA
Persidangan juga menyoroti karya terbaru mereka berupa album studio bertajuk WOW MA yang diluncurkan pada 17 Juni 2026. Judul unik tersebut rupanya diangkat dari seruan khas rekan-rekan indekos sang bassis Dipa sebagai ekspresi kekaguman, yang kini menjelma menjadi ritual penyemangat wajib sebelum serta sesudah mereka tampil memukau di atas panggung.
“Jadi setiap kali manggung seruan WOW MA ini juga kami tularkan kepada para fans, Changcut Rangers dan juga menjadi diksi internal yang kerap kami pakai. Kami menyadari WOW MA ini merepresentasikan karakter serta semangat berkarya The Changcuters sehingga dipilih menjadi nama album baru kami,” jelas Erick dan Tria.
Setelah mendengar seluruh argumen dan fakta karya yang dihadirkan, panitera Yoga PHB memberikan kesimpulan bahwa keberadaan The Changcuters memberikan warna yang amat berharga bagi dinamika dunia musik Indonesia.
