
BRITISIA.COM -Konflik dualisme kepengurusan di tubuh Pengurus Besar Muay Thai Indonesia (PBMI) kian memanas. Perwakilan kubu PBMI yang dipimpin Ketua Umum Farel Alfaret bersama Sekretaris Jenderal Lutfi Agizal mendatangi sejumlah lembaga olahraga untuk mencari penyelesaian atas polemik yang dinilai merugikan atlet.
Dalam keterangannya, Lutfi Agizal menyebut bahwa pihaknya datang bersama perwakilan pengurus provinsi (Pengprov) dan atlet dari berbagai daerah, mulai dari Papua hingga DKI Jakarta. Mereka membawa aspirasi lebih dari 1.200 atlet yang telah memberikan mandat kepada kepengurusan versi mereka.
“Kami menyampaikan bahwa terjadinya dualisme ini disebabkan adanya cacat dalam AD/ART yang dilakukan oleh pihak sebelah, termasuk penunjukan pelaksana tugas (PLT) di 30 Pengprov tanpa mencabut SK sebelumnya,” ujar Lutfi.
Ia juga menyoroti adanya kebijakan pembekuan dan pemberhentian pengurus daerah yang dinilai tidak sesuai prosedur organisasi. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan tanpa melalui tahapan yang diatur dalam AD/ART, seperti peringatan atau rapat yang melibatkan pihak terkait.






