
“Tetap aja ya perasaan ketika break karakter, ketika kata ‘cut’ itu, aku jadi ngerasa aduh nggak enak banget sama Givina takutnya bau kan gitu. Jadi aku yang meminta setelah ‘cut’, ‘Tisu basah! Tisu basah buat Givina!’ Aku yang meminta,” kenangnya sambil tertawa.
Di balik tantangan di lokasi syuting, Fajar juga sempat memikirkan reaksi sang istri ketika mengetahui dirinya harus menjalani adegan dewasa. Ia mengaku sempat bingung bagaimana cara meminta izin sebelum akhirnya memilih berkomunikasi secara terbuka.
Beruntung, sang istri memberikan dukungan penuh dan memahami bahwa adegan tersebut merupakan bagian dari tuntutan profesi sebagai aktor. Bahkan, ia turut hadir memberikan semangat selama proses produksi berlangsung.
“Nggak nyangka aja dapat kayak gini. Gimana ya izin sama istrinya? Itu sih sebenarnya. Cuman Alhamdulillah istriku profesional juga, izinin, hadir dia mendukung karena dia profesional,” kata Fajar.
Seluruh pengorbanan dan pergulatan emosional itu dilakukan demi memerankan karakter Jay, seorang penjual ayam di pasar yang diam-diam terobsesi kepada Wulan, perempuan yang diperankan Givina.






