
“Hari ini kita menonton film Maju sebagai bentuk implementasi Asta Cita ketujuh Presiden Prabowo, yaitu pencegahan dan pemberantasan narkoba. Film ini merupakan karya anak bangsa yang memiliki pesan edukatif yang sangat kuat,” ujarnya di Metropol, Jakarta Pusat, Senin (15/6).
Ia juga menjelaskan bahwa BNN memiliki program nasional bernama Ananda Bersinar (Aksi Nasional Anti Narkoba Dimulai dari Anak). Karena itu, film Maju dinilai sejalan dengan visi Indonesia Bersinar atau Indonesia Bersih dari Narkoba.
Zainul juga mengungkapkan data survei tahun 2023 yang dilakukan BRIN, BPS, dan sejumlah kementerian terkait. Berdasarkan data tersebut, terdapat sekitar 3,3 juta jiwa yang terpapar narkoba di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sekitar 312 ribu orang berasal dari kelompok usia 15 hingga 24 tahun.
“Ini menjadi tantangan besar bagi kita semua. Jika Indonesia ingin mewujudkan Indonesia Emas 2045, maka generasi mudanya harus terlindungi dari bahaya narkoba,” katanya.
Film ini berkisah tentang Pak Wira, seorang guru sekaligus pembina pramuka yang mendampingi murid-muridnya melakukan survei lokasi Jambore Pramuka di Desa Segosari. Namun, perjalanan mereka berubah menjadi misteri ketika Bagas, salah satu murid yang gemar mengonsumsi kembang gula populer, tiba-tiba menghilang. Bersama teman-temannya dan seorang anak desa bernama Adit, mereka berusaha mengungkap penyebab hilangnya Bagas yang ternyata berkaitan dengan peredaran narkoba berkedok permen.







