
“Winnie bukan ibu yang tidak peduli. Ia adalah ibu yang kecapean dan sudah tidak tahu lagi caranya. Saya rasa banyak orang tua di Indonesia akan terdiam sejenak saat melihat diri mereka di karakter ini.”
Sigi juga mengaku film tersebut menjadi pengingat bagi dirinya sendiri tentang pentingnya menjaga cara berkomunikasi dengan orang-orang terdekat.
“Karena merasa nyaman di rumah, kita sering bicara seenaknya tanpa sugarcoat dan itu menyakitkan. Kadang kita bisa menjadi paling jahat justru kepada orang yang paling dekat dengan kita,” ungkapnya.
Tak hanya menghadirkan kisah keluarga yang emosional, Desember Jani juga menggandeng V-Soy sebagai mitra kolaborasi. Kehadiran produk minuman berbasis kedelai tersebut menjadi simbol kehangatan keluarga sekaligus gaya hidup sehat yang hadir dalam dinamika cerita film.
Palari Films juga bekerja sama dengan Kalea Psychological Services untuk menghadirkan sesi diskusi daring bertajuk Lunch & Learn. Program ini akan mengajak orang tua dan remaja memahami dinamika hubungan keluarga dari perspektif psikologi yang sehat, khususnya di era digital.








