
“Selama ini kita cukup baik dalam mengobati pasien TBC. Tantangan kita adalah pencegahan. Jika ditemukan kontak erat yang berisiko tertular, mereka harus segera dilacak dan diberikan obat pencegahan, sementara pasien yang sudah sakit langsung diobati,” ujar Benjamin.
Ia menjelaskan, pelacakan kontak erat menjadi bagian penting dalam memutus rantai penularan. Masyarakat yang berisiko perlu segera diidentifikasi agar dapat menjalani pemeriksaan kesehatan dan memperoleh terapi pencegahan sesuai kebutuhan.
Dengan langkah tersebut, kasus TBC diharapkan dapat ditekan sebelum berkembang menjadi penyakit aktif yang berpotensi menularkan kepada orang lain.
Benjamin mengapresiasi peningkatan cakupan pemberian TPT di DKI Jakarta yang telah mencapai lebih dari 26 persen. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan kemajuan penting dalam memperkuat strategi pencegahan TBC.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa upaya penanggulangan masih membutuhkan strategi yang lebih efektif, terutama dalam menjangkau masyarakat yang memiliki aktivitas pekerjaan di luar rumah.






