
Dampak dari “Orang Yang Salah” bahkan melampaui pasar domestik. Dalam pemberitaan resmi, Luvia Band sempat disebut dikira sebagai grup asal Malaysia karena lagu tersebut viral di negeri jiran. Narasi ini menunjukkan bahwa warna Pop Melayu yang mereka bawa memiliki resonansi regional yang kuat, sekaligus membuktikan bahwa katalog Luvia Band memiliki daya identifikasi yang khas dan mudah dikenali. Kolaborasi remake Baby Shima x Luvia Band untuk “Orang Yang Salah” pada 2024 juga menjadi bukti bahwa katalog mereka cukup kuat untuk terus dihidupkan kembali dalam format baru dan menjangkau audiens yang lebih luas.
Yang menarik, Luvia Band tidak berhenti pada satu keberhasilan. Mereka terus memperkaya narasi katalognya lewat rilisan-rilisan lanjutan seperti “Lelah dan Kalah” dan “Buang Garam Di Laut.”Dalam materi resmi Nagaswara, bahkan terlihat jelas bahwa lagu-lagu tersebut diposisikan sebagai rangkaian emosi yang saling terhubung tentang berharap, bertahan, jatuh, dan akhirnya menyadari pilihan hati yang keliru. Ini memperlihatkan bahwa katalog Luvia Band tidak dibangun secara acak, melainkan berkembang sebagai perjalanan rasa yang utuh.






