Processed with VSCO with ke1 preset
Bagi Petra, rasa bangga kepada seseorang tidak selalu harus disampaikan dalam bentuk kata-kata secara langsung. Ada kalanya musik menjadi medium yang jauh lebih nyaman untuk menyampaikan emosi yang sulit diucapkan.
Hal tersebut juga berkaitan dengan karakter Petra dalam menjalin pertemanan. Ia mengaku bukan orang yang terlalu banyak berbicara ketika sedang berkumpul. Justru, dirinya lebih sering menjadi pendengar.
“Dalam hubungan pertemanan, gue lumayan susah untuk ngomong langsung. Kalau nongkrong, gue konteksnya lebih sering denger daripada ngomong. Kayaknya ada hal-hal yang lebih cakep diomongin pakai lagu. Nah, ini salah satunya. Ada keindahannya tersendiri kalau menyampaikannya lewat lagu,” jelasnya.
Dari situlah “Bangga” terasa seperti sebuah surat cinta yang dibuat dalam bentuk lagu. Surat tersebut bisa ditujukan kepada sahabat, keluarga, pasangan, maupun seseorang yang selama ini diam-diam dikagumi perjuangannya.
Yang membuat single terbaru Petra Sihombing ini semakin menarik adalah proses kelahirannya yang terbilang spontan. Berbeda dari kebiasaannya dalam mempersiapkan sebuah karya, “Bangga” justru dibuat dan dirilis dalam waktu yang relatif cepat.
