Bayangkan sebuah keseharian tipikal zaman sekarang. Setelah seharian penuh di kantor dan bersempitan di kereta, kamu pulang ke kosan dan duduk di meja untuk menyantap makan malam yang kamu beli dijalan pulang. Disitu kamu menonton livestream favoritmu bersama ribuan orang lain yang saling berbincang. Namun kamu menulis “hahaha” dengan muka yang rata, sendirian. “Loneliness Epidemic (epidemi kesepian) adalah tema yang kami angkat di album ini”, ujar Alif Ibrahim, gitaris Ricecooker yang sebagai seorang penulis telah merilis artikel di Inggris dan German. Dia menambahkan, “menurut WHO, kekurangannya koneksi yang bermakna bisa menjadi bibit penyakit dari depresi bahkan ke penyakit jangka lama seperti serangan jantung. Oleh karena itu, album kami memfokuskan cerita dan cara-cara untuk kita menerima rasa sakit dan kembali membuka hati untuk orang lain sehingga akhirnya mendapatkan seorang Favorite Dinner Guest.”
“Untuk perilisan album ini, kami merasa lagu Smitten berperan sebagai benang merahnya.” ucap Jerome Kurnia, vokalis Ricecooker, yang tahun lalu mendapatkan nominasi Indonesian Film Festival (IFF) untuk perannya di film Perang Kota. “Kalau dalam Bahasa Indonesia, Smitten sebenarnya artinya jatuh cinta atau terpikat. Tapi perasaannya lebih intens, manis, dan tidak rasional. Seperti kegembiraan yang tidak dapat diucapkan lewat kata-kata,” tambahnya. Khusus untuk lagu tersebut, Ricecooker meminta bantuan oleh Arash Buana untuk menciptakan dan memproduserinya. “Rasa indahnya jatuh cinta tidak cukup rasanya jika hanya diucapkan oleh kata-kata dan melodi yang manis. Buat kami, Arash [Buana] memiliki talenta dalam bermain piano yang tidak ada duanya.”
