
Perasaan itu paling terasa di verse kedua lagu. Di bagian tersebut, Ruth ingin menunjukkan bahwa setiap orang punya keinginan yang sama untuk dicintai. Namun, menurutnya, cinta seharusnya tidak membuat siapa pun harus terluka. “Di bagian itu aku lagi menyampaikan kalau aku juga relate dengan keinginan dia dicintai, namun bukankah seharusnya tidak perlu ada satu pun yang terluka ataupun tersiksa karena berbagi cinta,” katanya. Meski terdengar penuh pengertian, bukan berarti lagu ini bebas dari rasa sakit. Justru di situlah letak emosinya.
“Di lagu ini aku nggak sedang marah atau menyalahkan siapa-siapa, tapi bukan berarti aku nggak terluka. Aku mencoba menulis lirik yang menunjukkan bahwa seseorang bisa memilih untuk menjadi the bigger person dengan mencoba memahami sudut pandang orang lain, meskipun dirinya sendiri sedang tersakiti,” jelas Ruth. Konsep itu juga ia bawa saat proses rekaman. Ruth sengaja menahan emosinya agar lagu ini terdengar seperti percakapan dari hati ke hati, bukan luapan amarah.




