Karena merasa tidak sanggup menghabiskan bacaan naskah yang sangat tebal, Jirayut mengambil langkah unik. Ia tidak melanjutkan membaca, melainkan meminta penjelasan langsung melalui sambungan telepon.
“Jadi saya bilang, boleh nggak sih telepon sama orang Dee Company-nya buat jelasin? Saya jadi apa dan ceritanya kayak apa?” kenangnya sembari tertawa.
Jirayut menceritakan momen lucunya saat menunggu penjelasan via telepon. Lewat telepon itulah, ia baru memahami bahwa ia akan memerankan karakter bernama Sakti yang tergabung dalam “Tiga Sekawan”.
Film ini turut menghadirkan berbagai karakter gaib dengan kepribadian unik, mulai dari Noni Belanda, Genderuwo,Pocong Karuhun,hingga sejumlah penghuni dunia khodam lainnya. Mereka tidak hadir untuk menakut-nakuti manusia, melainkan berjuang menyelamatkan dunia mereka sendiri.
Produser Dee Company, Dheeraj Kalwani,mengatakan bahwa Cek Khodam lahir dari fenomena yang sangat dekat dengan masyarakat. “Cek Khodam lahir dari fenomena yang sangat dekat dengan masyarakat. Kami melihat bagaimana tren ini menjadi bagian dari percakapan sehari-hari dan kemudian mengembangkannya menjadi sebuah horor komedi yang segar, lucu, dan relevan dengan kehidupan saat ini,” ujar Dheeraj Kalwani.
la juga menyampaikan antusiasmenya atas keterlibatan Jirayut dalam film ini. “Kami sangat antusias memperkenalkan Jirayut dalam debut film layar lebarnya. Kami percaya energi, komedi,dan kedekatannya dengan masyarakat akan menjadi salah satu daya tarik utama film ini,” tambahnya.
Selain menghadirkan tawa dan hiburan, Cek Khodam juga menyindir realitas kehidupan modern.Film ini menggambarkan bahwa ketakutan terbesar manusia saat ini sering kali bukan lagi berasal dari dunia gaib,melainkan dari persoalan hidup sehari-hari. Melalui tawa, petualangan, dan kekacauan dunia khodam, film ini mengajak penonton menikmati hiburan yang ringan, segar, dan dekat dengan kehidupan masa kini.
