“Ini film yang nggak mungkin saya buat saat muda dulu. Banyak sekali tema-tema yang saya eksplor dalam cerita ini, dari kehadiran keluarga dalam hidup kita, manisnya kisah cinta muda, dan realita yang sering kali tak seindah pikiran kita,” ujar Rudi Soedjarwo saat konferensi pers.
Rudi mengaku tertarik mengangkat kisah dari semesta Pidi Baiq karena memiliki pendekatan yang sederhana, tetapi mampu menyampaikan emosi yang kuat. Menurutnya, Dan Bandung bukan sekadar film tentang pasangan yang sedang jatuh cinta, melainkan perjalanan dua manusia yang belajar memahami arti kehilangan, pengorbanan, dan kedewasaan.
Di sisi lain, Produser Verona Films, Titin Suryani, optimistis film ini dapat diterima dengan hangat oleh masyarakat Indonesia. Ia menyebut Dan Bandung lahir dari kolaborasi banyak insan kreatif yang memiliki semangat sama untuk menghadirkan tontonan berkualitas.
“Dan Bandung lahir dari kolaborasi orang-orang hebat yang memiliki visi yang sama. Melalui kisah yang dekat dan relevan dengan kehidupan masyarakat, film ini mengangkat konflik, persahabatan, perjuangan, dan perjalanan cinta Basil dan Elma. Harapan kami, film kedua Verona ini dapat diterima dengan hangat oleh penonton dan menjadi salah satu karya yang turut mewarnai perjalanan perfilman Indonesia,” kata Titin.
