
Dibalut aransemen alternative rock yang emosional dan dinamis, “Antara” menghadirkan perjalanan emosi yang terasa dekat dengan pengalaman banyak orang. Karakter vokal Zeva yang ekspresif berpadu dengan identitas musikal Stereowall yang kuat, menghasilkan karya yang personal sekaligus relevan bagi para pendengarnya.
Melalui “Antara”, Stereowall menegaskan bahwa berakhirnya sebuah babak bukanlah akhir dari segalanya. Di antara kehilangan, ketidakpastian, dan proses menerima, selalu ada ruang untuk kembali melanjutkan perjalanan.
Stereowall adalah band alternative rock asal Indonesia yang terbentuk pada tahun 2012. Formasi awal mereka terdiri dari Cynantia Pratita (vokal), Rama (gitar), Usay (gitar), Ramadhan (bass), dan Garda Nusantara (drum).
Pada tahun 2014, mereka kehilangan drummer Garda Nusantara akibat kecelakaan. Peristiwa tersebut membuat band sempat vakum sebelum akhirnya bangkit kembali dan merilis EP perdana Never Ending Drama pada tahun 2016.
Pada 2022, Stereowall menggandeng Rei (Inay) sebagai rekan produser untuk memperluas eksplorasi musikal mereka. Selain terlibat dalam proses produksi, Rei juga berkontribusi sebagai pengisi keyboard, synthesizer, dan gitar yang memperkaya karakter musik Stereowall.




