BRITISIA.COM –Kabar bahagia datang dari aktris, penyanyi, dan selebgram Tasya Revina. Bertepatan dengan momen kelahiran putrinya, Khrevina Aubrielle Shahfr Arasya, pada 8 Agustus 2025, Tasya merilis single ketiganya yang berjudul 2 Garis Bahagia. Aktris berusia 26 tahun ini memang ingin mengabadikan setiap momen indah dalam hidupnya. Saat menikah dengan Arjuna Dewanto pada 12 Februari 2022, ia merilis single Kerajaan Cinta. Sementara single pertamanya, Tanpa Masa Lalu, merupakan kolaborasinya dengan Badai (eks Kerispatih) yang menandai langkahnya untuk move on dari mantan kekasih.
Lagu 2 Garis Biru hadir dengan irama pop yang musik dan liriknya sangat easy listening. Tasya menciptakannya sendiri, dibantu seorang teman. Inspirasi lagu ini berasal dari pengalaman pribadinya yang berjuang dan menanti kehadiran buah hati, hingga akhirnya memilih pasrah dan hanya memohon kepada Allah. “Liriknya aku yang bikin. Ada kalimat ‘menanti tanpa lelah, menunggu titipan-Mu’. Intinya aku sampaikan pada Tuhan kalau aku sudah siap,” kata Tasya Revina saat ditemui di RS Brawijaya, Jakarta Selatan, Minggu (10/8/2025).
Perempuan kelahiran Medan, 9 Januari 1996 ini menegaskan, lagu 2 Garis Biru bukan hanya persembahan manis untuk putrinya, tetapi juga untuk seluruh pejuang dua garis biru. “Bahwa tidak ada yang tidak mungkin. Aku pun pernah ada di titik terendah, sudah pasrah saja. Lagu ini ungkapan hati aku. Aku enggak pernah nyangka di video klipnya bisa ada potongan video proses aku melahirkan,” ucapnya haru.
Pemain sinetron ‘Tukang Ojek Pengkolan’ itu mengungkapkan, lagu ini sebenarnya sudah ia buat sejak awal pernikahan. Sejak delapan bulan menikah, ia memang tidak menunda memiliki momongan. “Jadi dari situ aku sudah bikin liriknya. Aku kerja sama dengan teman untuk meng-compose musiknya. Lagunya sudah lama banget, tapi aku enggak berani mengeluarkan, tunggu momen, dan sekarang momen yang tepat,” jelasnya.
Proses rekaman dilakukan saat Tasya tengah hamil empat bulan. Ia mengaku, rekaman saat hamil bukan hal mudah. “Ngos-ngosan sih, napasnya tidak sepanjang biasanya. Rekamannya pun lama, dari jam 7 malam sampai jam 2 dini hari,” kenangnya, sambil menyebut perannya di sinetron Tuhan Ada di Mana-Mana.
Tasya juga membagikan perjuangannya memiliki buah hati. Ia menjalani program bayi tabung (In Vitro Fertilization/IVF) di sebuah rumah sakit di Bandung. Setelah dinyatakan berhasil dan positif hamil, kontrol kehamilan dilanjutkan di RS Brawijaya dengan penanganan dr. Firman Santoso, SpOG, dan saat persalinan ditangani dr. Johnny Nurman Sp.A.
Perjalanan mendapatkan momongan berlangsung selama tiga tahun. Tasya sempat mencoba berbagai cara, mulai dari metode tradisional hingga medis, sebelum akhirnya memutuskan program IVF. “Kalau dari segi nominal, kita memang tidak pernah hitung pasti. Untuk IVF biayanya antara Rp80 juta–Rp150 juta, tergantung rumah sakit. Di Bandung, program IVF sekitar Rp100 juta. Tapi kalau diakumulasikan berbagai program hamil yang saya jalani selama tiga tahun, sudah tidak terhitung, termasuk yang gagal. Apa pun akan kita lakukan untuk anak,” tuturnya.
Menurut dr. Johnny, proses kelahiran Tasya berjalan lancar. Bayinya lahir sehat dengan berat 3,70 kg dan panjang 48 cm. “Setelah lahir, kita lakukan IMD (Inisiasi Menyusu Dini), pemberian vitamin K, dan pemotongan tali pusar,” jelasnya di kesempatan yang sama.
|
BalasTeruskan
|
