Menggabungkan empat karakter vokal dalam satu lagu tentu bukan perkara mudah. Kang Diat mengaku tantangan terbesar justru terletak pada pembagian bagian vokal agar setiap penyanyi tetap memiliki ruang untuk menunjukkan identitasnya tanpa menghilangkan kekuatan lagu secara keseluruhan. “Tantangannya adalah pemilihan part dan pembagian suaranya. Itu yang paling repot,” ungkapnya.
Tak hanya berhenti di satu lagu, kolaborasi ini juga berpotensi berkembang menjadi proyek yang lebih besar. Yovie & Nuno bahkan tengah mempertimbangkan untuk membangun sebuah intellectual property (IP) bertajuk “JELITA”, yang nantinya bisa menjadi rumah bagi kolaborasi serupa. Meski menyadari versi terbaru ini akan dibandingkan dengan lagu orisinal yang telah melekat di hati pendengar, mereka justru melihatnya sebagai hal yang positif.
“Semoga dengan orang membandingkan, justru timbul rasa penasaran. Ada yang bernostalgia dengan versi asli, tapi ada juga yang merasa relate dengan versi barunya,” kata mereka. Lewat aransemen baru dan sudut pandang yang lebih relevan dengan kondisi saat ini, Yovie & Nuno berharap “Kamu Bukan Kekasihku” bisa diterima oleh generasi baru tanpa kehilangan esensi yang membuat lagu tersebut begitu dikenang.
