Foto: Istimewa
Misteri mulai terurai ketika Gwen (Dea Annisa) bersama Mia menemukan sebuah buku harian tua milik Sally. Catatan usang tersebut mengarahkan mereka pada sosok Lazuardi, seorang dosen yang diperankan oleh aktor senior Samuel Rizal. Lazuardi diduga kuat menyimpan rahasia kelam di masa lalu yang menjadi pemicu segala teror yang terjadi di asrama putri tersebut.
Menariknya, aktris Dea Annisa yang memerankan sosok Gwen mengaku harus berjuang ekstra keras untuk mendalami perannya. Karakter Gwen yang tangguh dan tidak gentar menghadapi gangguan gaib sangat bertolak belakang dengan sifat aslinya di dunia nyata. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi mantan artis cilik tersebut selama proses syuting berlangsung.

”Beda banget karakter Gwen sama aku sehari-hari. Gwen ini pemberani, kalau aku sih penakut banget terhadap hal-hal berbau horor,” ujar Dea di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Jumat (13/2/2026).
Sutradara Wishnu Kuncoro menegaskan bahwa film ini tidak hanya sekadar menjual ketakutan melalui jump scare. Ia ingin memberikan edukasi mengenai perbedaan sudut pandang antara sains dan kepercayaan awam terkait fenomena kesurupan. Dengan alur cerita yang kuat dan plot twist yang sulit ditebak, penonton akan diajak untuk berpikir kritis sepanjang film.







