Foto: Founder Clairmont Laporkan Codeblu
Dampak finansial yang diderita perusahaan pun tidak main-main. Berdasarkan audit internal, Clairmont mengklaim mengalami kerugian materiil yang menembus angka miliaran rupiah. Nilai ini mencakup stok barang yang terbuang karena tidak terserap pasar, biaya operasional yang tetap berjalan, hingga kewajiban pembayaran kepada para pemasok bahan baku yang harus tetap dipenuhi.
Selain kerugian fisik, perusahaan juga menyoroti adanya dugaan motif lain di balik konten tersebut. Pihak Clairmont mengungkapkan bahwa dalam proses klarifikasi sebelumnya, sempat muncul tawaran kerja sama pembuatan delapan video kampanye. Nilai yang diajukan awalnya mencapai Rp600 juta sebelum akhirnya turun menjadi Rp350 juta, yang dikaitkan dengan penghapusan konten ulasan negatif tersebut.
“Klien kami menilai kondisi saat itu sangat berat. Setelah mengalami penurunan penjualan signifikan, muncul permintaan biaya konsultasi dalam jumlah besar,” kata perwakilan kuasa hukum perusahaan.
Sebagai penguat laporan, sejumlah barang bukti fisik dan digital telah diserahkan kepada penyidik Bareskrim Polri. Bukti tersebut meliputi tangkapan layar unggahan, rekaman video utuh, hingga perangkat elektronik untuk proses pengunduhan data secara langsung. Semua bukti ini diharapkan dapat memberikan gambaran terang mengenai kronologi dan konteks sebenarnya dari unggahan yang dipermasalahkan.
