
Disutradarai oleh Adriano Rudiman, yang dikenal sebagai ilustrator komik Kambing Jantan, Selepas Tahlil merupakan debut film panjangnya. Cerita ini terinspirasi dari episode viral podcast Lentera Malam yang membahas legenda urban tentang jenazah berjalan akibat perjanjian ilmu hitam yang belum diselesaikan semasa hidup.
Adriano menyampaikan bahwa cerita semacam ini bukan hal asing. “Sejak kecil saya sering dengar kisah tentang mayat yang sulit meninggal karena terikat ilmu hitam. Tapi lebih dari horor, saya melihat ini sebagai kisah keluarga yang menyimpan luka,” jelasnya.
Dengan durasi yang intens, film ini menghadirkan atmosfer menegangkan melalui desain suara yang menusuk dan visual yang gelap. Dialog yang sunyi, ketegangan yang terbangun perlahan, dan cerita yang terasa dekat dengan kehidupan nyata membuat film ini lebih dari sekadar tontonan horor. Penonton akan dibawa menyelami perasaan bersalah, duka, dan kehilangan yang tidak pernah selesai.
Aghniny Haque menuturkan bahwa peran Saras menjadi pengalaman emosional yang berat. “Saras bukan hanya berduka. Dia juga dihantui pertanyaan: apakah dia benar-benar mengenal sosok ayahnya?” katanya. Sementara Bastian Steel mengungkapkan bahwa Yudhis merasa ketakutannya muncul karena selama ini ia merasa terlalu biasa saja dan tidak pernah benar-benar memikirkan hubungan mereka hingga semuanya sudah terlambat.








