
“Kuntilanak memang ternyata selama ini kan yang kita tahu kuntilanak tuh gitu aja bentuknya. Warnanya putih, rambutnya panjang, adanya di atas pohon. Tapi setelah kita pelajari lebih lanjut, ternyata kuntilanak itu bisa berubah warnanya sesuai dengan kekuatannya. Ada yang merah, ada yang hitam,” Ujar Hana Saraswati pemeran sekar di Gala Premiere film Dukun Magang kemarin di XXI Epicentrum Rasuna Said.
Kehadiran para komika dan aktor komedi menjadi kekuatan utama Dukun Magang. Karakter Boiman,
Tejo, Tarno, dan tokoh-tokoh desa dibuat untuk memberi ruang tawa di tengah situasi mistis.
Hasilnya, film ini tidak bergerak sebagai horor murni, tetapi sebagai tontonan hiburan yang ramai, lucu, dan tetap memberi sentuhan menyeramkan.
Secara cerita, Dukun Magang juga membawa benturan antara logika modern dan kepercayaan
tradisional. Raka yang tidak percaya hal mistis dipaksa melihat langsung kejadian yang tidak bisa ia jelaskan secara nalar. Konflik itu dibungkus dengan gaya ringan agar penonton tetap bisa menikmati cerita tanpa kehilangan unsur komedinya.








